5 Rahasia Tuntas Menulis Buku

Sebenarnya sih bukan rahasia lagi karena akan segera terbongkar saat ini. Apa yang saya lakukan selama ini, akan segera menjadi milik Anda juga. Seharusnya, Anda pun bisa menulis buku seperti yang saya lakukan, karena saya sampaikan semua rahasia itu tanpa ditutup-tutupi atau disembunyikan.

Nah ini dia rahasia-rahasia itu:
1. Tentukan tujuan. Apa tujuan Anda menulis? Jawab dulu pertanyaan ini. Tujuan ini akan menjadi bahan bakar dan motivator Anda ketika mulai menulis buku. Kalau tujuannya hanya iseng-iseng saja, wajar jika bukunya tidak pernah selesai. Jika tujuannya untuk mengisi waktu luang, pantas saja ketika kesibukan mendera bukunya tidak jadi.

Tujuan saya menulis lebih condong karena urusan ekonomi. Saya menulis maka saya makan. Saya tidak menulis, maka sekeluarga saya tidak makan. Wow, ini bahan bakar yang amat kuat mendorong saya untuk terus menulis. Saya anggap bahan bakar ini bagaikan pertamax plus.

Tapi tujuan lain pun tak kalah membakarnya. Kelasnya sedikit di bawah pertamax plus. Misal, buku sebagai penunjang bisnis (marketing tools). Dengan buku, bisnis akan meningkat pesat, tanpa buku bisnis jalan di tempat. Wah, besar juga tuh bahan bakarnya. Contoh buku sebagai marketing tools bisa dilihat pada para pembicara publik. Seorang pembicara tanpa buku, ibarat penyanyi tanpa album.

Kalau sudah tahu tujuan menulis buku, maka kita akan tahu seperti apa kelanjutan proses pembuatannya. Jangan sampai bahan bakar menulis buku Anda hanya premium abal-abal atau campuran. Wajar jika mogok di awal, di tengah atau mungkin menjelang ujung jalan.

2. Jadikan prioritas. Setelah tahu tujuan, kita mau tidak mau harus membuat skala prioritas. Buat saya, menulis buku adalah prioritas nomor satu, hal lainnya belakangan. Wajar jika buku yang saya rancang dan tulis 99% jadi.

Ada pada prioritas ke berapa menulis buku buat Anda? Kalau masih nomor dua atau nomor 3, ada peluang bukunya bakal jadi. Artinya, buku berada di bawah pekerjaan utama sekarang dan urusan keluarga.

Namun kalau tidak masuk prioritas, jangan kambinghitamkan apapun untuk kegagalan Anda menyelesaikan hasrat menulis buku.

Bagaimana?

3. Target waktu. Kalau sudah prioritas maka masuk akal bagi kita untuk menetapkan target waktu. Tidak masuk akal dan tak bakal terwujud, menetapkan target tanpa point nomor satu dan dua di atas.

Silakan tetapkan target Anda.

4. Umumkan ke sebanyak mungkin orang. Nah, langkah ini lebih kepada upaya untuk memacu diri. Kalau sudah diumumkan ke khalayak, malu dong bukunya tidak jadi. Kemungkinan malu tak akan dialami asal point 1, 2 dan 3 terpenuhi.

Efek lainnya adalah akan muncul orang-orang baik yang menanggapi rencana kita itu. Apakah tanggapannya baik atau buruk bukan soal, karena bisa dengan mudah kita ubah menjadi bahan bakar positif.

5. Sediakan waktu untuk massive action.
Point-point sebelumnya tak akan ada artinya, jika kita tidak segera bertindak (menulis). Bukan tindakan biasa lho, tapi harus massive! Besar-besaran penuh gairah dan konsisten (terus menerus) sampai selesai. Dalam workshop yang saya selenggarakan (termasuk dengan Profec), disarankan hanya menulis sekitar 30 menit – 1 jam sehari. Terbukti dalam 3 bulan, buku setebal lebih dari 100 halaman selesai.

Itu dia 5 rahasia dasar yang membuat saya selalu bisa memulai dan menyelesaikan menulis buku. Sudah terbukti dan teruji. Bukan sekadar teori.

6 thoughts on “5 Rahasia Tuntas Menulis Buku

  1. aku cuman mau nanya, td kan kunci sukses sebuah tulisan itu ada yang bilang klau cuman sekedar isi waktu luang pasti bukunya ngak jadi. Tapi aku kan masih sekolah jadi nulis itu buat aku cuman isi waktu luang/liburan doang. Jadi aku minta sarannya yah.. gimana sebaiknya yang harus aku lakuin

    makasih..

  2. Saya sudah menyelesaikan sebuah buku dan dikirim ke penerbit,tapi sudah hampir 4 bulan belum ada kabar berita nya,dalam masa menunggu tersebut,saya jg sudah menyelesaikan sebuah novel ,tapi masih bingung mau dikirim ke penerbit mana, mohon info dan bantuan nya yaa,Min… Thanks

    • Hukum utama pengiriman naskah ke penerbit adalah ketahui dengan pasti siapa orang yang menerima draft Anda. Anda harus kenal dulu dan yakin serta percaya kepada orang itu. Jangan sembarangan mengirim naskah. Proses seleksi naskah di penerbit yang editornya sudah Anda kenal tidak lebih dari sehari, hehe… Kalau sudah 4 bulan, saya yakin Anda belum berkenalan terlebih dahulu.

  3. Susah juga ternyata ya,Mas Dodi
    tapi ga apalah,novel Kelok Nona setebal 130 halaman sudah saya kirim ke penerbit lain kok Mas, ke Gramedia

    Sekarang saya sedang menyelesaikan Novel Legenda dari negeri seribu surau,asal usul nama dan kejadian rendang padang, itung itung menyelamatkan aset bangsa mas,hehehe….🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s